Sabtu, 17 Maret 2018

Puisi bertema Cinta berjudul "Cinta Dalam Diam"


Cinta Dalam Diam

Karya Evi Tri Wahyuni



Ketika Raja siang mulai terbangun dari tidur lelapnya

Menyapa dunia dengan senyum manisnya

Hingga sang senja datang dengan indahnya

Menggantikan sosok mentari yang tenggelam begitu saja

Aku mungkin bukan sang surya yang bisa menemani siangmu

Akupun bukan gemerlap bintang yang menghias malam indahmu

Namun, akulah sosok manusia kaku nan bisu

Yang berusaha menjadi sempurna dihadapanmu

Hai bintang, bisakah kau jelaskan padaku

Tentang sebuah rasa pilu yang datang tak menentu

Hai bulan, bisakah kau terangkan padaku

Bagaimana bisa wajahnya bersinar indah seperti dirimu

Ketika rasa itu mulai datang tak diundang

Entah kapan hati ini mulai diterjang

Dengan beribu pertanyaan yang menghadang

Membuat seribu tanda tanya itu datang

Jika Khadijah mampu mengungkapkan cintanya

Namun aku hanyalah wanita yang mampu memendamnya

Melihatnya dari yang jauh jaraknya

Berdoa untuk kebaikan dirinya

Kuharap ini bukanlah cinta karna nafsu

Yang menjadikan diri tak kenal waktu

Hati yang begitu semu

Dan mata yang tertutup kelabu

Wahai sang pencipta alam semesta

Izinkan aku melihat dia bahagia

Sebelum akhirnya nanti tiba

Aku kembali pada yang Esa























Puisi Islami "Rasulullah"


Rasulullah

(Karya Halimah Alaydrus)



Katakanlah adakah seseorang yang lebih hebat darinya?

Yang Allah Tuhannya membagi padanya rahmat untuk dia bagikan pada semesta

Yang jutaan malaikat kepadanya tak henti bersholawat

Matahari karena doanya tenggelam terlambat, bulan terbelah dan pepohonan sujud kepadanya



Katakanlah adakah yang lebih indah darinya?

Alif hidungnya, nun alisnya, dan mim bibirnya

Jika Yusuf mendapat separuh ketampanan

Maka dia telah diberi ketampanan sempurna



Katakanlah adakah yang lebih indah darinya?

Ditangannya ada berkah, dihatinya ada cinta

Dimatanya ada telaga

Didalamnya kita bisa berenang dengan sejuk kasihnya



Katakanlah siapa yang lebih baik darinya?

Kasihnya dirasa hingga bahkan oleh sikafir yang durhakaa

Dermawannya tak pernah takut kefakiran mendera

Senyuman dari bibirnya tak pernah sirna



Katakanlah adakah selainnya yang sempurna?

Dia mengingat Allah dsietiap waktunya

Memberi syafaat hinggga selamat umatnya dari siksa neraka

Berkorban bahkan dengan darah dan air mata



Wahaiii….

Yang kami inginkan darimu

Adalah bisa bersama denganmu

Yaa Rasulullah..

Puisi islami "Muslimah Pejuang Hijrah"


Muslimah Pejuang Hijrah

Karya Evi Tri Wahyuni



Hari demi hari kulalui

Detik demi detik kulewati

Bersama mereka sang pejuang Jannah

Bersama mereka sang pejuang hijrah

Kulangkahkan kakiku menuju rumahNya

Kuhadapkan hatiku kearah kiblatNya

Kuserahkan hidup dan matiku kepadaNya

Berharap tuk dapat RidhoNya

Dan berharap tuk dapat AkhiratNya

Kami takut jikalau istiqamah itu pergi

Kami takut jikalau ridhoNya tak sampai

Wahai sang pemilik alam semesta

Wahai sang panutan paling mulia

Kokohkanlah hati ini diatas agamaMu

Tunjukanlah jalan kebenaranMu

Tatkala iman kami sedang goyang

Tatkala setan itu sedang menyerang

Terimakasih ku ucapkan

Tlah datang dan beri ingatan